Postingan

Menampilkan postingan dengan label muhasabah

Muhasabah Ramadhan 1443H (2022)

بسم الله الرحمن الرحيم     Mengurai kembali ramadhan sebulan yang lalu, ada beberapa hal yang saya sadari dan penting untuk ditancap dalam djiwa Ramadhan itu bulan eksekusi, artinya tahapan rencana, persiapan, latihan gladi resiknya mesti banget dilakukan beberapa bulan sebelum. Bisa dikatakan 11 bulan sebelumnya itulah kesempatan terbaik Ramadhan itu benar-benar bulan mulia yang sangat spesial dan berharga lebih dari apapun. Jangan sampai terlewatkan tiap detiknya tanpa aktivitas ibadah, beramal, produktifitas yang berfaedah.. Kalaupun sulit, harus memaksakan diri sesulit apapun. Bayangin aja dikasih anugerah Ramadhan itu kan cuma 1x dalam setahun. Itupun kalau tahun depan masih ada umur, bisa berharap lagi dapet kemuliaan ramadhan Sebelum ramadhan, mesti latihan untuk clearing negative mindset . Pilah-pilah yang harus dibuang, yang harus dikeep. Konten baper, konten isekyur, konten julid, buangin dikit-dikit sampai pas nyampe waktunya, bisa konsentrasi penuh Cutting waktu u...

Understand Yourself

بسم الله الرحمن الرحيم Pengalaman yang begitu berharga dan menjadi turning point  saya dalam decision making . Jujur saja, dalam hal menentukan sesuatu rasanya banyak hal penting yang saya lupakan, secara garis besar, berdasarkan pada ego dan perasaan pribadi semata. Padahal yang kemudian saya pahami adalah masalah sebenarnya bukan hanya milik kita, maksudnya masalah bukan hanya terkait dengan kita, terlepas dari hubungan kita dengan Allah, namun juga berkaitan dengan manusia dan Allah SWT yang memberikannya. Kemudian dalam suatu kesempatan, seseorang yang belum saya kenal menyadarkan saya tentang ego pribadi dalam diri saya yang sebenarnya selalu menjadi penghambat dalam proses bertumbuhnya saya dalam keilmuan dan amal. Satu hal yang penting yang saya dapatkan, saya harus mengenali diri saya, kekurangan dan kelebihan saya secara mendetail untuk mampu dimenej dan diperbaiki perlahan-lahan. Kekurangan saya : - Selalu menganggap enteng masalah - Egois dan self-ce...

Masa Penantian

بسم الله الرحمن الرحيم Alhamdulillah.. Sudah masuk bulan mei, brarti Ramadhan tinggal 67 hari lagi. Ayo siapkan! karena 'dadakan' itu gakan maksimal :) Memasuki bulan mei teringat akan hadirnya undangan-undangan pernikahan teman-temanku, klo difikir-fikir rata-rata angkatan 2008 dari SMA 3. Wah wah.. sepertinya intelektualitas berimbang dgn kepribadian dan kedewasaan. Bnarkah spti itu? Mhm.. tapi mungkin ada benarnya juga. Masa-masa SMA ku masih saja diselingi bermain-main atau mengeksplor hal lain, tapi mereka berhasil pengupgrade kepribadian dengan kemantapan diri. Subhanallah.. Banyak hal dari mereka yang aku pelajari. Bahwa tidak semua hal yang kita inginkan atau harapkan bisa kita capai begitu saja, perlu adanya perjuangan, pengorbanan, kesabaran serta keikhlasan. Menyeimbangkan passion dan reality memang butuh proses dan ku rasa mereka telah melaluinya tahap demi tahap. Aku sekarang seolah hanya seperti penonton saja, namun rasanya tak seburuk itu...

Dokumentasi Kehidupan

بسم الله الرحمن الرحيم Kalau boleh bicara jujur Sebenarnya, saya tidak berbicara seformal ini jika bertemu Saya pun tidak sepuitis apa yang saya tulis Saya pun tidak begitu ekspresif Tidak seperti apa-apa yang saya tuliskan Atau saya curahkan dalam blog ini Namun biarlah tulisan saya menjadi sebuah dokumentasi diri saja Sebut saja demikian Sebenarnya saya menulis blog ini adalah untuk mendokumentasikan diri saya Hanya lewat tulisan saja Bukan dengan foto-foto atau video semacamnya Karena yang ingin saya sampaikan disini hanyalah ide, harapan dan pengalaman saya Bukan keseharian saya atau aktivitas saya sehari-hari Bukan pula pencapaian-pencapaian saya Blog ini hanya berkisah tentang apa yang saya fikirkan dan alami Seperti anggapan seorang sahabat Bahwa diri saya dalam blog lebih ekspresif daripada diri saya sebenarnya Lewat tulisan saya bisa berekspresi lebih dibandingkan ekspresi pada wajah saya Mungkin inilah cara saya untuk menyampaika...

Sirkulasi Hidup

بسم الله الرحمن الرحيم Kemarin sempet liat video pendek tentang kehidupan. Video yang dinarasikan dan digambarkan melalui gambar2 sederhana yang digerakkan hanya dengan tangan. Video itu menjelaskan, betapa ‘biasanya’ sirkulasi kehidupan itu. Mulai dari lahir, bayi, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa dan tua. Setiap orang yang ditanya tentangnya pasti menjawab yang sama. Tapi apa hanya seperti itu saja, sederhana, tanpa ada sedikit pun makna dan ‘bekal akhirat’? Lalu dijelaskan kembali, akan menjadi berkah, akan menjadi pahala setiap amal, setiap fase kehidupan yang diniatkan untuk beribadah, untuk beramal demi mendapatkan ridho’ Allah atas kita, demi mendapatkan pahala Allah atas apa-apa yang kita usahakan. Video sederhana yang mengetuk kembali relung hati. Bahwasanya, kehidupan sebenarnya bukan hanya sesederhana itu. Kehidupan dengan senang susahnya, ringan beratnya semua akan menjadi ‘sesuatu’ yang berharga ketika diniatkan dan diproses untuk beribadah. N...

Kepribadian Gol. Darah B

بسم الله الرحمن الرحيم Sebuah media sosial mengatakan bahwa golongan darah dapat dipaparkan bagaimana dirinya. Karena penentuan golongan darah ini tidak menyalahi syariat, maka saya coba lihat dan pertimbangkan. Beberapa hal kurang lebih benar, tetapi tergantung kondisi juga, beberapa pun ada yang tidak sesuai. Isi 'perkiraan'nya seperti ini : # GOLONGAN DARAH B Tempramentnya : - Memiliki jalan sendiri, benci pembatasan - Memiliki pemikiran dan fleksibel - Menghargai keputusan yang akurat - Berkonsenstrasi pada banyak hal - Selalu optimis terhadap masa depan - Sakit hatinya mudah sembuh Kelebihannya : - Simple tapi memiliki percaya diri - Hidup untuk pekerjaan dan masyarakat - Gigih, tekun - Berpikir positif - Berani tapi kadang kekanak-kanakan - Tidak menyembunyikan hati dengan kejujuran - Kaya ide, demokratis, tulus - Tenang, gampang mengerti, menarik - Pembawaannya hangat Kekurangannya : - Terkadang tidak masuk akal (pernyataan agak bertolak b...

Virus Merah Jambu

بسم الله الرحمن الرحيم  Perasaan menyukai kepada lawan jenis adalah sebuah fitrah yang Allah berikan untuk hamba-hambanya. Tapi apa jadinya jiga perasaan tersebut membuat si empunya menjadi 'hilang kendali'? Hal ini pastilah tidak diinginkan. Karena masalah menyukai atau saling mengasihi adalah hal yang lumrah diantara umat muslim. Dalam hadist disebutkan bahwa, belum sempurna keimanan seseorang apabila ia belum mencintai saudara (muslimin dan muslimat) seperti ia mencintai dirinya sendiri. Cinta kepada sesama muslim adalah wajib karena dengan cinta, maka akan terjalin kasih sayang, kerukunan dan perhatian satu dengan yang lainnya. Masalah dalam hal ini muncul ketika 'cinta' itu tidak dikendalikan dengan baik, tidak dibarengi dengan visi, misi yang jelas, bahkan belum sah untuk dirasakan apalagi diungkapkan. Seperti dalam bukunya Imam Al-Ghazali (Mensucikan Jiwa), cinta yang diberikan dan diperuntukkan pada seseorang yang belum halal, akan menjadi haram ket...

Kealfaan Hamba

بسم الله الرحمن الرحيم  Setelah sekian lama, blog ini tak lagi tersentuh seujung jari pun Kini rasanya ingin kutumpahkah semua rasa dan asa Yang hingga kini mendorongku untuk segera berbenah diri Dari segala usaha yang belum sempat ku maksimalkan Dari ibadah-ibadah yang belum juga sempurna Dari perilaku yang beralih-alih tiap waktu Yah seperti itulah.. Banyak cerita paska kelulusanku 5 Februari lalu Dan alhamdulillah Allah senantiasa menarikku dari kejatuhan Menyelamatkanku dari keterpurukan Kemudian memulihkannya perlahan dengan begitu lembutnya Ya Allah Betapa Engkau menyayangiku melebihi siapapun Betapa diri ini begitu alfa dan terpincang-pincang dalam keterbatasan hamba Betapa Engkau selalu kembali menyadarkanku dari gelapnya dunia Betapa malunya aku yang sangat sulit menggapai keridho'anMu akibat ulahku sendiri Ketika Engaku beri aku ujian, yang pertama ku lakukan hanyalah berkeluh kesah Yang ku lakukan hanyalah meratap kebingungan ...

Ghaudzul Bashar

بسم الله الرحمن الرحيم "..La illaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin.." Sebuah nasihat cerdas tentang ghaudzul bashar Betapa pedih ketika merasakannya sendiri Seolah diri ini ditampar oleh kenyataan dan peringatan yang beriringan Betapa jelas Allah perintahkan untuk menjaga pandangan Rupanya belaian lembut tak mampu memejamkan mata hati yang meluap-luap Pada akhirnya hadir sebuah tamparan keras yang menyadarkan Betapa pentingnya membuat pertahanan diri dari sesuatu yang berlebihan Biarpun pahit tapi mampu merefleksikan luapan yang tak terkendali Mata menjadi jalannya rasa tiba di hati Dan mata itu pulalah yang mengiris bahkan menghitamkan cahaya menjadi kegelapan Kelam tak berdasar Begitu rendah tak berarah Jalan itu kini tak lagi jadi penentunya Kini cahaya mampu kalahkan kegelapan Yang sempat hadir dan melukai Tapi tak apa Kepiluan yang mencengangkan mampu meluruhkan rasa yang hampir mengerak Keadaan hina tanpa jejak maupun rasa Pergila...

Manusia YANG Lemah

Bismillah Ahh.. Sungguh manusia itu adalah makhluk lemah, sangat lemah Bahkan orang yang kuat sekali pun memiliki kelemahan Rapuh, tak berdaya Tapi punya banyak keinginanan Juga keserakahan yang membuatnya semakin lemah Punya kecerdasan, tapi semakin merasa besar Yang membuatnya semakin lemah Bernasab tinggi, tapi tak peduli akan nasib Semakin lemah lah dirinya Manusia dengan kekuatan tak terkendali Yang semakin membuatnya lemah, tak berdaya Biarpun begitu kelemahan tidak membuatnya meminta pertolonga ketidak berdayaan tidak membuatnya meminta ampunan tidak pula rahmat atau pun syurga yang ia harapkan hanya permintaan akan 'kekuatan' yang menjadi sumber kelemahannya Apakah begitu sulit untuk mengharapkan dariNya Apakah begitu mulia ia dengan segala kelemahannya Seolah tak sadari begitu besar kelemahan pada dirinya sendiri Begitu banyak pertolongan, ampunan dan rahmat Allah yang selalu menyertai Tapi apa yang ia berikan? Rasa syukur? tidak, tidak ...

Taubat

Ini.. Ketika sadar maka ingin sekali menggenggamnya dengan erat Ketika tidak maka terlepas begitu saja tanpa mencoba untuk menggenggamnya Saat datangnya cahaya, seolah mencari kegelapan untuk tetap merasa seolah-olah tenang Saat tiada sedikit pun cahaya, dengan susah payah mencari-carinya Embun yang berada di hati kering oleh segala tingkat laku tak bernyawa Tak setetes pun pelega dahaga yang tersisa Pada akhirnya kembali hina di jurang keburukan Keburukan yang hampir tidak terasa pahitnya, hitamnya   Apa itu.. Kebimbimbangan yang membawa dampak kotor Mencemari segumpal daging dan seisinya Mencemari kolam pemberi arti Membutaka mata dari cahaya Mengotori tempat yang telah lama hitam Menjadi semakin hitam dan hina Pantaskah.. Beraninya ia mencari kembali cahaya Menggali kembali sepercik embun baginya Mencari celah sempit diantara kegelapan Menunggu datangnya uluran tangan Tetap mengharap segudang manfaat Padahal tak sedikit pun manfaat yang ia makan Tak s...