Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hati

Weakness

Bismillah.. Pasca pms, entah kenapa masuk ke fase-fase lemah, rapuh dan sensitif dalam segala hal. Utamanya masalah hati, pemikiran, realita, harapan dan cita-cita. Semua yang saling berkaitan, berpadu aduk dalam suatu kekacauan dalam diri. Malam ini rasanya semua beradu-adu dan kembali menggoyahkan kekuatan pribadi. Sedih, gelisah, kecewa, khawatir, rendah diri campur aduh dalam sebuah batas antara mimpi dan realita. Saya sadar bahwa fase ini merupakan fase ujian hati yang harus saya lalui, maka saya coba untuk menuangkannya, dengan tujuan untuk melepaskannya sehingga tidak lagi menjadi kendala atau kegelisahan yang kian mencengkram erat. Kebahagiaan di sekeliling saya, sudah seharusnya saya syukuri akan kesemuanya itu. Tapi kini saya merasa tidak berdaya guna, tidak bermanfaat bagi orang-orang yang saya sayangi dan hormati. Kini saya sedang merasa dalam posisi terendah di bawah alam sadar saya. Mungkin ini akibat futur atau gersangnya kalbu.Rasanya begitu rapuh, begitu menyedi...

A Long Way

Gambar
"Hakikatnya keragu-raguan itu harus disisihkan dlm hati. Tp dlm sekejap hilang dlm satu indikator penentu. Mungkin ini jalan yang terbaik. Atau mungkin diri ini bukanlah yang terbaik." Kondisinya ragu-ragu dengan benar tidaknya dan sudah belumnya hal yang dimaksud. Tetapi keraguan tiba-tiba sirna dengan kesimpulan yang menunjukkan bahwa keraguan jatuh pada satu jawaban yang pasti tanpa interupsi. Indikator yang dijadikan sebagai penentu, mengarahkan dengan sangat jelas jawaban apa yang didapatkan. Jalan yang terbaik adalah jalan yang diarahkan secara langsung oleh jawaban yang didapatkan. Mau tidaknya dalam menerima, suka tidaknya dalam menerima, kecewa dan bahagianya menerima jawaban dari keraguan tersebut tidak akan mengubah sesuatu apapun dari jawaban yang didapatkan. Jawaban yang meyakinkan jiwa dan menekankan dengan kuat bahwa idealita yang tidak semulus dengan realita tidak menjadi suatu penentu baik buruknya suatu takdir atau keputusan yang telah Allah tetapkan. ...

Hati yang Gersang

Gambar
..Bissmillahirrahmanirrahim.. Sebelumnya.. Saya berharap akan mendapatkan kembali kondisi-kondisi menyenangkan seperti dulu Minimal mendekati Atau variasi dari kondisi menyenangkan tersebut Sebelumnya.. Saya berharap tanggapan dan nasehat lain yang semakin membangun Nyatanya lebih kepada 'sadari lah sendiri kawan' Biarpun tidak sesuai harapan.. Tapi bisa mengisi hati ini dengan hidayah-hidayah Aplikasinya tidak seindah harapan Hanya pernyataan, pembahasan dan obrolan berbobot tanpa menyentuh hati Sejujurnya hati ini belum berlabuh kembali di dermaga qolbusalim yang hangat, suci dan mensucikan Sejujurnya hati ini masih mencari dan terus mencari adanya kasih sayang tidak sekedar ungkapan indah semata Sejujurnya hati ini haus akan hidayah dengan hati, hidayah dengan kasih sayang dan keeratan ukhuwah Sejujurnya hati ini masih gersang dengan penatnya kesukaran dunia dan seisinya Akankah tiba 'kondisi seperti itu' kembali? Jika harus ku paksakan diri, sampai s...

Hakikat Keterbatasan

Keterbatasan.. Awalnya kata-kata ini bikin badan gemeter, hati ciut dan fikiran kosong. Tapi ternyata gak seburuk suudzon pikiran aku. Dari berbagai tausyiah dari berbagai macam ustadz juga ternyata keterbatasan itu indah. Indah dari sisi makna dan penerapannya. Banyak hal yang bisa dianggap indah ataupun tida, tapi menganggap sesuatu yang tidak indah menjadi indah, itu merupakan keindahan yang sesungguhnya. Balik lagi ke inti tulisan.. Sebenernya maksud aku mengungkapkan bahwa keterbatasan itu indah karena beberapa sebab : *Keterbatasan keuangan, tidak memiliki kesempatan untuk berbuat curang (korupsi) *Keterbtasan makanan, belajar bersyukur dan melatih diri agar tidak berlebih-lebihan *Keterbatasan kemampuan, memotivasi diri untuk selalu mengembangkan kemampuan *Keterbatasan hati, menjaga hati untuk tidak memberikan celak kepada penyakit hati untuk menjangkit lebih luas lagi. Yang paling indah menurut aku adalah : *Keterbatasan hubungan antara pria dan wanita : menj...