Sadarilah..
Sadarilah betapa rendahnya diri dengan segala kealfaan, dari ketidakfahaman hakikat dari ketidakbijakan sikap, dari luapan emosi, dari idealisme pribadi, dari kebimbingan prinsip, dari sempitnya pemikiran dan dari akibat dari kesalahan yang diperbuat Jadi apa lagi yang patut dibanggakan? masih mengharap pujian dan sanjungan? Sadarilah betapa masih banyak hal dalam diri yang mesti segera dibenahi, sebelum menjadi kebiasaan dan mengerak dalam karakter pribadi. Masih banyak koreksi diri yang perlu dikaji ulang akan kelayakannya. Jadi mengapa bisa-bisanya hidup bersantai saja? Atau bahkan telah menjadi karakter dalam diri? Sadarilah betapa sempitnya waktu hidup didunia, hanya berkisar 60 tahun saja. Waktu-waktu produktif pun sering dibuang percuma dengan perdebatan tanpa arah tujuan, pertengkaran antar saudara seperjuangan dan proses pembuangan waktu dengan percuma, sering sekali dirutinkan. Jadi masih mampukan mengkritik dan mengurusi ke...