Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pemikiran

Sadarilah..

Sadarilah betapa rendahnya diri dengan segala kealfaan, dari ketidakfahaman hakikat dari ketidakbijakan sikap, dari luapan emosi, dari idealisme pribadi, dari kebimbingan prinsip, dari sempitnya pemikiran dan dari akibat dari kesalahan yang diperbuat Jadi apa lagi yang patut dibanggakan? masih mengharap pujian dan sanjungan? Sadarilah betapa masih banyak hal dalam diri yang mesti segera dibenahi, sebelum menjadi kebiasaan dan mengerak dalam karakter pribadi. Masih banyak koreksi diri yang perlu dikaji ulang akan kelayakannya. Jadi mengapa bisa-bisanya hidup bersantai saja? Atau bahkan telah menjadi karakter dalam diri? Sadarilah betapa sempitnya waktu hidup didunia, hanya berkisar 60 tahun saja. Waktu-waktu produktif pun sering dibuang percuma dengan perdebatan tanpa arah tujuan, pertengkaran antar saudara seperjuangan dan proses pembuangan waktu dengan percuma, sering sekali dirutinkan. Jadi masih mampukan mengkritik dan mengurusi ke...

Monolog at Night

mereka katakan aku serba tidak tau mereka katakan aku serba tidak merasa mereka katakan aku tidak akan faham sangkaan mereka hanya aku yang terlihat di permukaannya saja.. apakah ketika aku tau harus kuungkapkan semuanya semua yang mereka anggap itu benar menurut mereka semua yang merek sangka itu baik dan penting untuk diucapkan tapi mereka salah hal-hal yang ingin aku ucapkan adalah ketika ucapan itu membaha bahagia ketika ucapan itu kebenaran yang membawa kebaikan tetapi bukan kebenaran yang benar di mata seseorang saja bukan benar menurut mereka atau pun menurut ku karena pandangan kita bias dengan kekeruhan hati yang sudah terkena debu-debu dunia apakah ketika ku merasa harus kuungkapkan ketidaksukaan atau kesenanganku atas hal tersebut mereka sangka sebuah perasaan baik itu positif atau negatif harus diungkapkan seluruhnya apakah harus ku nyatakan kepada dunia bahwa ku merasakan hal lain atau bahkan sama bukan seperti itu seharusnya ku inginkan hanyalah kedama...

Kelinci Biasa

Bismillah.. Suatu hari ada seekor kelinci dengan penampilan yang sangat biasa. Telinganya tidak panjang seperti kawan-kawannya, warna bulunya tidak putih mengkilat, larinya pun dalam kecepatan standar saja. Dia benar-benar kelinci biasa, tanpa kelebihan seperti yang dimiliki kelinci sejenisnya. Kemudian kelinci ingin melakukan suatu perjalanan yang sangat panjang, cukup untuk menumbuhkan satu pohon cabai. Perjalanan ini dilewati kelinci kecil dengan riang, setiap kali bertemu hewan buas yang mampu mengancam kehidupannya, denga tenang dia berjalan dengan yakinnya, berusaha untuk meyakinkan hewan yang ingin memakannya untuk tetap diam, karena dia belum mencapai tujuannya. Jalan yang kelinci ini lalui sudah cukup jauh, hampir satu per tiga jarak keseluruhan, tapi walaupun begitu si kelinci tetap riang, yakin dan bersemangat dalam menyelesaikan perjalananya itu. Sejak awal dia yakin bahwa dia mampu menyelesaikan perjalanannya itu, maka kelinci itu selalu melalui perjala...

Setengah Mateng

Bismillah... Permasalahannya ada pada ‘setengah’, kesannya ga fokus sama versi dirinya. Kalo mau ya serius, maksudnya pandai2lah pertahanin label dirinya & bkin keadaan itu jadi kebiasaan yang mengerak jadi karakter. Itu sebenernya yang idealnya, emang harusnya gitu. Sesuatu yang diketahui, difahami dan dilaksanain sepenuhnya dengan bner2 pasti akan jadi kebiasaan baik yang membentuk karakter, kata Anis Matta dlm bukunya ‘Membentuk Karakter Cara Islam’. Saya sadari tentang kaitan antara kebiasaan dan karakter sehari-hari yang menjadi kerak di alam bawah sadar, yang kemudian menjadi landasan semua aktivitas, pilihan dalam ngejalanin kehidupan. Jadi penting banget pastinya, untuk ngejaga konsistensi kita pada semua hal tanpa terkecuali (internal ato eksternal), untuk ammah ato yang hanif sekalipun. Gada potensi pembeda yang menajadi urgensi. Utamanya jauhin sifat ekslusif yang mmbentuk bkin ga empati. Seharusnya kasih teladan ahlaq yang baik itu gmn, dan semoga bi...

Kesan Redaksi Kata

Bismillahirrahmanirrahim...        Pembahasan ini mengenai penyampaian redaksi (kata-kata) yang memberikan kesan berbeda setelah diucapkannya. Kenapa tiba-tiba keingetan pngen nulis tentang ' redaksi kata '? soalnya saya ngerasa, kesan dari penyampaian itu bakal kasih respon yang berbeda bahkan bisa kasih labeling ke seseorang juga berbeda . Penyampaian yang berbeda ini mungkin relatif untuk setiap orang tergantung cara pikir dan pembawaan dari orang itu sendiri.           Jadi diskusi mengenai ' pembawaan ' ini pernah diuraikan jelas sama senior saya dan memang bener kata beliau pun pembawaan orang itu berpengaruh sama sikap dan penyampaian kata yang dia sampaikan. Lalu kenapa kita harus memperhitungkan tentang kata? karena Islam mengajarkan untuk pandai-pandai menjaga kata-kata (berucap dengan baik) karena ucapan kita bisa menjadi sebab kita terjerumus ke dalam neraka , naudzubillah, lalu kesan yang m...

'Dari Gerakan Ke Negara'

Bismillah Kembali membedah buku... Judulnya adalah 'dari gerakan ke negara' Pas denger judul agak bingung karena ga kebayang isi bukunya bakal ngebahas tentang apa. Tapi setelah baca, beneran ga bisa berhenti, seolah nagih ingin tau uraian selanjutnya. Penulisnya adalah ulama yang sering disebut bapak peradaban, saya rasa mungkin karena tausyiah, buku dan apa-apa yang sering disampaikannya. Benar-benar mengenai peradaban, ga hanya peradaban islam, tapi membahas sebenarnya peradaban yang melandasi terbentuknya sebuah negara itu idealnya seperti apa dan contoh kongkrit kenyataan yang terjadi sebenarnya. Apakah kolonialisme, nasionalisme atau isme-isme yang lainnya. Buku ini menguraikan tentang terbentuknya sebuah negara melalui peradaban yang terarah, terstruktur dengan baik dan rapi tapi tidak muluk-muluk. Mungkin ini kesan pertama saat mulai membaca bukunya. Tapi berhenti dulu sampai saya benar-benar melalap habis semua lembaran bertinta hitam tersebut.. :)  Jadi pa...