Postingan

Mampir Sekejap Saja

بسم الله الرحمن الرحيم  Dia.. yang sempat mampir dalam kehidupanku Dia.. yang terus menerus membisikkan namaku dalam diam Dia.. yang menganggap diri ini luar biasa Sempat sosoknya pernah mampir dalam sekejap pikiran dan hariku Pernah ia, terus menerus berada dibenakku tanpa izinku Pernah pula ia, mengangguku meski sosoknya tidak terlihat sama sekali Namun kini, ia bagian dari masa laluku Kehadirannya dalam sekejap hidupku memang moment yang terjadi secara alami, mengalir namun merasuk terus kedalam fikiran Oleh sebabnya, ku yakinkan diri ini bahwa kehadirannya dalam benakku adalah salah dan ku berusaha sangat keras mengalihkan dan me remove segala sosoknya dalam keseharianku Namun proses ini kemudian dikacaukan kembali dengan dirinya yang menoleh balik memandangiku dari kejauhan Efek pandangan yang berbahaya.. Gerakan matanya selalu mengikuti kemana dan dimana pun ku pergi Rasanya seperti dicengkram erat tidak boleh terlepas Bahkan kesan yang ...

He's The One

بسم الله الرحمن الرحيم  Proses pencarian yang kulakukan, terus menerus, tiada pernah lelah sambil terus merayu Allah untuk mempertemukanku dengan ia, yang paling kubutuhkan , bukan kuinginkan , yang paling Allah ridho’i untuknya membersamai kehidupanku selanjutnya. Ia yang memiliki sesuatu yang tidak mampu ku dapatkan dari sosok lainnya. Hanya ia, yang Allah hadirkan dengan segala hal kompleksitas mengenai diri dan pemikirannya. Dia yang akan hadir dalam hidupku yang sederhana ini. Sederhana yang dimaksud adalah tetap diam berada di posisi safe zone dan terpenjara dalam mental blocking ini itu yang sebenarnya tidak perlu. Pertemuan dengannya seolah seperti uluran tangan untuk berhenti terpenjara dalam safe zone kehidupan dan mulai bangkit berdiri di kenyataan hidup yang sebenarnya. Bisa disimpulkan, aku dengan mental yang lemah, bertemu ia dengan mental kuat. Menurut seniorku yang sempat mengenalnya, sosoknya adalah seseorang yang tidak takut apapun dan siap untu...

Emosi Sesaat

Lagi-lagi karena emosi sesaat, keinginan untuk diterima diperhatikan lebih. Menyebabkan keluar kata-kata menyakitkan. Tetiba materi pertama bunda sayang #4 adalah komunikasi produktif. Katanya, nalar & emosi itu berkebalikan. Memang, itu yang saya rasakan kemarin malam. Meski yang ditangkap akhirnya jauh lebih menyakitkannya. Padahal karena kelemahan saya menyusun kata terbaik agar terdengar tidak menghakimi. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya mengingat-ingat kembali masa lalu yang saya sia-siakan dengan tidak memperlakukan orang lain sebaik mungkin. Saya kurang menghargai dan menjaga kedekatan sehingga tidak memiliki teman yang benar-benar dekat. Sedih. Lalu baru saja tadi malam saya melakukan kesalahan kepada suami. Emosi saya terpercik ketika sekali lagi saya mendengar kata-katanya. JIJIK karena keegoisan saya yang taunya hanya meminta, tidak menuruti. Kata tersebut memang terasa begitu berlebihan menurut saya, tapi bisa digunakan kata 'nyebelin' atau 'gemes...

House Course

Ramadhan kan berakhir... Prt minta pulang kampung... Otomatis, kerjaan rumah or house course kudu dihandle ku abdi. Yes, than i dream when i didn't not do the house course. Then my mother-in-law will do or noone will. Pemandangan terburuk adalah suasana dapur yang amburadul, menjijikan, jorok, cairan, kotoran sisa makanan, kotoran limbah sayuran dan makanan yang akan dimasak menumpuk. Lalat, tikus, kecoa dimana-mana. Aku sangat tidak tahan. Lebih baik aku cicil sedikit-sedikit dan melakukan sesuatu agar aku tidak sampai melihat pemandangan terburuk yang pernah aku lihat didapur. Entah mengapa adik iparku malas mencuci piring dan alat masak bekas ia pakai. Daripada pmemikirkannya lebih baik aku dahulukan action, mencegah pemandangan menjijikkan hadir dirumahku. Aku sangat tidak tahan dengan sampai, cairan menapung, curut, tikus dan semua hewan yang berkumpul saat ada limbah. Terutama limbah rumah tangga yang tercampur aduk seluruhnya, tanpa bisa dipilah-pilah. Cucian yang sang...

Arti Bahagia

Dulu, saya kira pernikahan bisa membuat saya bahagia. Melalui dinamika kehidupan bersama berlandaskan iman dan cinta, mungkin akan menjadi syurga dalam rumah tangga Namun rasanya saya merasa banyak ketidakbahagiaan, untuk hal sederhana saja. Sulit rasanya merasanya ketenangan dan kelegaan telah berjuang bersama. Saya merasa selalu berjuang sendirian. Meskipun memang keadaan kami, tapi kesendirian saya terus menerus berlangsung hingga kini. Ternyata hanya menjadi ibu rumah tangga pun sama sekali bukan kebahagiaan bagi saya. Saya mengalami tekanan dan tuntutat dari berbagai fihak, pun dari diri saya sendiri. Hidup saya hampa tanpa tujuan. Ya memang dikepala saya, banyak tujuan yang bisa diraih saat memiliki kedudukan dan uang. Tapi aslinya memang lebih banyak dari itu, bukan hanya keduanya itu. Hal lain pun saya miliki tapi saya tidak punya kepercayaan diri untuk membangun sesuatu, untuk bertukar dengan orang lain yang bisa menjadi lingkar luar hidup saya. Saya merasa hampa, tertekan...

Politik Keluarga

Kemarin aku mengalami baper parah. Saat suami mengingatkanku untuk bisa lebih memperhatikan utuns, terutama ketika mamah sedang ada dirumah. Awalnya aku menolak faham dan sedikit kesal, karena aneh saja, kenapa suasana keluarga harus penuh dengan menjilat dan saling membaguskan posisi dihadapan orang yang dituakan atau dihormati. Memang sudah sepantasnya kita menghormati orang tua, tapi rasanya salah kalau hal tersebut adalah politik dalam keluarga. Rasanya hati kecilku masih saja menolak hal tersebut. Rasanya jika bermain 'politik' dalam keluarga itu seolah hubungan keluarga itu tidaj begitu erat, tidak begitu saling mengerti sehingga sampai membutuhkan peran menjilat dan saling menjatuhkan yang lain. Kalau sistemnya saling menjatuhkan, bukankah bukan rasa sayang yang dibangun, tapi persaingan dan seni menjilat siapa yang paling meyakinkan. Tiada rasanya ketulusan dalam sistem tersebut, entah mengapa, suami merasa nyaman dan harus melakukan hal tersebut di dalam keluarga. A...

My Children My Booster

Anak itu berkah dan ujian.. Kadang lucu sekali, kocak pisan tingkah lakunya Kadang membuat loop tiada henti atau rewel dengan keinginannya yang tidak jelas Semoga bisa tetap istiqomah mendidik mereka, dengan parenting nabawiyah dan hati yang ikhlas karena Allah