Postingan

Fase Semu

Sendiri... Dalam sunyi beribu angan terngiang dalam benak Beribu ketakutan bermunculan, saling mengkait-kaitkan Begitu penat dan sesak Kondisi ini kian melemahkan dan menghancurkanku Satu demi satu, butir demi butir Mengikis harap dan cita Menghancurkan keyakinan dan rasa optimis Mereka.. Sama sekali tak berhak meninggalkan aku sendiri Karena kesunyian semakin mendorong diri merasa begitu terpuruk Dalam sisi kegelapan yang begitu dalam Sesak dan melelahkan Rasa itu seakan menggerogoti setiap sendi-sendi Merapuhkan tulang-tulang yang tak lagi berdaya Masa dimana begitu mengharap pertolongan dan bantuan biarpun sedikit Tapi mungkin tak lagi seperti sebelumnya Tidak bisa lagi seperti dahulu Tak ada lagi masa itu Apakah kini sudah tak layak diri berada didalamnya Sudah tak mampukah diri ini mengulurkan tangan yang telah rapuh Tidak bisakah, apakah sudah tak bisa lagi? Sisi gelap menjadikan cahaya menjadi bayangan Melumpuhkan kek...

Masa Depan-Ku

Salam.. Betapa mulia anugerah 'hikmah' dariNya Hingga ketika tiada maka hampa tak terasa Betapa agung keimanan seorang hamba Hingga celahpun hampir tiada Keyakinan kepadaNya, yang terpantri menjadi karakter diri Rutinitas harian yang menorehkan sebuah jiwa Pribadi yang berbeda dengan kekhususannya Memang tak mudah menjadi seorang top level di masanya Juga bukan niscaya ketika itu terjadi Hanya meninggikan iman dan berfikir melangit Agar langit yang tiada berjarak itu mampu diraih Perlahan tapi pasti Bahkan terseok-seok atau sempat terjatuh berkali-kali Bukan lagi masalah Mudah saja, hanya mencoba kembali berdiri Memandang ketidakpastian dengan optimalisasi diri Hanya Sang Khalik dan Aku

Kehampaan

Seakan telah berada pada suatu titik tertinggi kala itu  Namun kini puncak itu menjadi lembah Dasar terdalam dari sesuatu yang tak berdasar   Entah hanya perasaan sekejap Atau realita yang sedang dibohongi  Sejujurnya ini cukup menyakitkan   Keterjelasan semuanya bagai kabut ditengah gelapnya malam Tak bercelah lagi bersembunyi Bahkan rasanya tak berjejak kini   Harus dimulai dari biru, merah atau putihkah Semua samar dipandangan mata Perkara jauh lebih berharga dari kondisi semula   Teriakan pun tak mampu lagi didengar Hanya berharap pada satu cita Lantunan cita dan cinta teruapkan dalam kesunyian   Betapa pedihnya tak mampu meraih dan diraih Betapa hampanya tak dicintai juga tak mencintai Haus rasanya arti kehangatan uluran tangan Malu rasanya tak berdaya sia-sia   Akankah mampu kuintip jendela masa depan Yang bahkan bayangannya pun tak berbatas   Kini dalam sepi, ku merasa hampa Be...

Cinta Dalam Diam

Salam Pembahasan ini mungkin lelah diungkapkan kembali, berulang-ulang dalam berbagai tulisan atau obrolan singkat. Namun mungkin itulah titik keluar biasaannya. Menurut teman di pengurus masjid dulu sih, ada 3 pembicaraan yang tiada pernah atau sulit berakhir yaitu hidup dan mati, kiamat dan urusan perempuan dan laki-laki. Aku fikir pernikahan, perasaan suka satu sama lain itu merupakan masalah perempuan dan lelaki yang jika dibicarakan tiada berakhir. Pada tulisan kali ini, sekedar hanya ingin memperjelas saja beberapa urusan. Kali itu dimulai dengan obrolan ringan, siang hari selepas hujan. Senior yang cukup aku kenal mampir ke rumah untuk berteduh sementara. Diantara waktu-waktu itu beberapa hal kami bicarakan. Pada awalnya tentu tentang skripsi, ya karena ketika itu mahasiswa tingkat akhir memang sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan skripsi. Lalu pembicaraan beralih pada jodoh dan pernikahan. Obrolan singkat yang justru menarik satu kesimpulan. Bahwa seorang lelaki itu pada u...

Only From Allah, With Allah and For Allah

بسم الله الرحمن الرحيم  Sempat merenung tentang ujian Allah untuk meningkatkan keimanan diri melalui ujian sabar dan ikhlas. Rasanya Allah tdk memberi ujian yang melampaui dari apa yang tiap hari dilihat, lewati, alami setiap hari. Semuanya berada sangat dekat dan mungkin karena kedekatannya itulah terkadang tak sadar bahwa ujian-ujian tersebut termasuk ujian keimanan. Tapi kembali kepada keyakinan dan kekuatan iman, perjuangan untuk melewati ujian, lelah sulitnya semua akan menjadi hikmah berharga yang sulit dilupakan. Ketika merasa begitu berat dan terengah-engah dalam menjalaninya, tetapi dengan mengingat Allah rasanya semua beban itu terlepas hilang entah kemana. Kekuatan yang begitu dinantikan untuk menjalani urusan yang memang harus dijalani dengan kasih sayang Allah, kekuatan dariNya dan keyakinan bahwa semua yang dilaksanakan ini untukNya saja, membuat tekad semakin kuat, fisik dan akalpun semakin jernih melewati semuanya. Alhamdulillah, ikhtiar ...

Kelulusan

بسم الله الرحمن الرحيم  Allah.. Allah.. Allah.. Allah.. Allah.. Seolah ga percaya bisa sampai tahap ini. Selangkah lagi, insya Allah.. Padahal rasanya diri penuh kekurang, disana-sini, penuh lubang-lubang kecerobohan serta kelalaian, tapi Allah selalu meraih tangan ini ketika akan terjatuhnya. Berkali-kali akan jatuh, Ia raih kembali, biarpun telah jatuh, tetap Ia raih kembali. Sungguh Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang. Alhamdulillah Ya Rabb..

The Best Gift

بسم الله الرحمن الرحيم  Sejak memasuki bulan Januari, ngerasa selalu grasak grusuk, mesti pergi pagi banget dan pulang mlm, di rumah pun ga tenang kalo cuma diem aja. Mungkin sebabnya karena ngejar-ngejar seminar kolokium dan komprehensif di bulan ini. Memang semua itu ga perlu di persulit dengan ga tenang atau grasak, grusuk, tapi entah kenapa tanpa itu semua, akan menjadi tanpa usaha perjuangan selama ini. Karena memang seperti itu tahapannya. Persiapan administratif (surat-surat undangan & kesediaan dosen) menjadi hal yang paling bikin grasak grusuk. Dan lagi di akhir semester ini, para dosen seringkali ‘hilang’ dari posisinya yang biasanya, kadang rapat kerja atau urusan lain. Otomatis yang mau ketemu beliau perlu nyari selang waktu yang sedikit-sedikit untuk sekedar tanda tangan atau ngasi draft. Biarpun gitu, alhamdulillah dosen-dosen pun sangat kooperatif dan berlangsunglah seminar kolokium yang dinanti-nantikan. Allah memang selalu mendengar do’a d...