Postingan

~Wedding Steps~

Posted by SyaMay Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal. Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.  Perbedaan taaruf de...

Ma'rifatullah

Materi ini disampaikan oleh teman saya sendiri ambar. Jadi karena keterbatasan adik mentor, maka mentoring disatukan. Saya sabagai moderator dan ambar sebagai pementor. Dia menyampaikan tentang materi ma'rifatullah yang membuat saya sendiri tersadar akan pentingnya mengenal Alloh. Ma'rifatullah adalah tahapan pertama untuk kita dapat mencintai Alloh. Mentoring ini diawali oleh beberapa pertanyaan mengenai pemahaman kita tentang Alloh swt. Seberapa kenal kita dengaNya? seberapa jauh cara kita untuk ingat kepadaNya? kata-kata apa yang membuat kita ingat kepadaNya? dll. Dari materi ini saya menyadari bahwa selama ini perasaan saya hampa terhadap tujuan hidup saya, hati ini hampa tanpa cinta yang ikhlas, dan berbagai perasaan-perasaan manusiawi yang saya alami dan lupa akan berbagai nikmat dan janji yang akan Dia berikan jika saya bersabar. Alloh adalah Tuhan saya, yang menyadarkan saya terhadap tujuan hidup saya, bagaimana saya bisa hiduo jika Dia tidak menciptakan saya, d...

Walimatull Ursy

Alhamdulillah kemarin, 6 desember 2009, saya berkesempatan dan memang ingin datang ke walimahan / pernikahan kang jayjay. Saya kenal beliau saat masih d smp, di Rohani, dkmnya Masjid Riyadul Jannah smp 5 bdg. Beliau juga alumni dari smp 5, yang kembali ke smp kembali untuk mencetak kader-kader da'wah lewat rohani dan itsar. Beliau yang membukakan kepada saya bahwa islam itu tidak sempit, islam itu sangat luas cakupan keilmuannya dan saling berkaitan. Dengan caranya menerangkan dan menyampaikan materi, pikuran saya terbuka dan menjadi sangat tertarik untuk memperdalam ilmu keislaman saya. Dan pada hari minggu kermarin, akhirny beliau melangsungkan akad dan resepsi pernikahannya dengan teh ayuningtyas dewi permata sari, yang sangat sakral dan membuat saya terharu. Sederhana, biasa saja, tapi menimbulkan perasaan yang luar biasa. Mungkin ini pertama kalinya, saya melihat pernikahan bisa dibilang kk mentor saya secara langsung, hati ini tidak berdebar tapi melihatnya perasaan bercamp...

Nasehat Ibuku Sungguh Menenangkan Hati

Hari ini kuputuskan untuk pulang sejenak ke rumahku di bandung.Kebetulan hari esoknya tidak ada laporan yang harus dikumpulkan, aku pikir bisa saja aku pulang sebentar. Sesampainya dirumah, aku malah disibukkan dengan tugas ekonomi terapan yang belum selesai, dengan tanpa penyelesaian. Namun diantara kepenatanku itu, ibuku memberi nasehat tentang kehidupan. Melihat berita-berita tentang para menteri yang menginginkan kenaikan gaji, padahal tunjangan yang didapatkan sudah sangat besar sekali. Sedangakn di tempat yang sama, penduduk yang dievakuasi dari gempa, masih membutuhkan pertolongan. Sungguh sesuatu hal yang sangat kontras. Bukankah sebainya dana tersebut di berikan untuk penduduk yang terkena bencana? bukan untuk para konglomerat yang ingin semakin memperkaya diri. Ibuku mengingatkanku tentang hal itu. Jangan sampai aku terlena oleh dunia, sehingga melupakan saudara-saudara kita yang masih menderita dan butuh pertolongan dengan segera. Masih perlu peningkatan ibadah unt...

Silaturahmi Lebaran

Hari ini adalah hari ke 3 syawal. Waktu-waktunya silatuahmi pada perayaan hari kemenangan dari 30 hari bulan shaum yang telah kita lewati. Silaturahmi adalah kegiatan yang sangat mengharukan dan menyenangkan.Kenapa? karena hari-hari dengan silaturahmni merupakan kegiatan yang diberkahi oleh alloh swt, jadi selalu terasa kebahagiaannya dan kegembiraannya bersama-sama, apalagi jika bertemu dengan saudara-saudara dekat yang sudah lama tidak bertemu. Alhamdulillah, semoga silaturahmi ini dilandasi oleh keikhlasan dan diberkahi olehNYa, amin!

Hari Kedua Di Nangor

Hari ini adalah hari kedua sejak yang dinyatakan sebagai minggu pertama mulai kuliah. Dari data yang terakhir aku dapat kemarin, hari ini hanya ada jadwal kuliah riset operasi jam 8 dan teman aku bilang ada kuliah praktikum kimia analitik. Tapi begitu aku sampai di jatinangor, aku mendapat kabar lagi bahwa tadi pagi ada kuliah ekonomi teknik, dan aku melewatkannya dan justru kuliah kimia analitik yang dibatalkan. Hari panas gni maksud ak mw nyari kesejukan d warnet di bwh alfamart dpan gerbang. Tapi ternyata warnetnya penuh, jd terpaksa aku ngenet dengan udara yang agak lembab dan pengap. Tapi gak apa2 deh, dari pada kepanasan di luar. haha . Tulisan ini emang sangat sangat gak penting, karena ini cuma suatu keluhan aja, yang sebenernya gak berat2 amat sih. cuma pengin buka blog aku aja. ahaha. maaf kalo tulisan ini tidak berguna. maaf banget! >,

Lelah Berubah Menjadi Kesenangan

Sore itu aku bersama temanku dan adikka janjian makan dulu d baso kangkung sebelum kami pulang ke bandung. Setelah selesai makan, kami langsung meneruskan perjalanan kami ke pangdam untuk naik bis damri jurusan dipati ukur-jatinangor. Bis pertama yang kami lihat terlihat cukup penuh, dan pastinya tidak akan tempat untuk kami duduk, mungkin jika kami jadi naik, kami hanya akan berdiri saja. Tapi temanku menolak untuk naik karena barang bawaannya berat dan dia tidak ingin berdiri saja, oleh karena itu kami menunggu bis damri selanjutnya. Penantianpun tidak berlangsung lama, hanya sekitar 10-20 menit bis jurusan jatinangor-dipati ukurpun tiba. Para penumpang yang menunggu bersama kami, berdesak-desakan menaiki untuk mendapatkan tempat duduk. Rombongan yang berdesak-desakan dibelakang kami kelihatannya bukan mahasiswa asli jatinangor, tapi mahasiswa dipati ukur. Aku bisa memperkirakannya, karena biasanya mahasiswa asli jatinangor tidak terlalu banyak berbincang-bincang atau agak ribut pa...